jump to navigation

Kamera Profesional Berwujud Saku February 21, 2006

Posted by ar10 in Technology.
trackback

Wujudnya standar. Persis kamera saku pada umumnya. Berbodi kotak kaku, dengan warna hitam dan grip menonjol di sisi kanan kiri bagian muka. Tapi, maaf, untuk yang satu ini jangan dipertimbangkan lewat penampilannya saja. Coba dulu, baru rasakan.

Saat mengelola menu, baru Anda rasakan kelebihannya. Fitur-fitur yang biasa ada di kamera semi pro, tersedia di sini, dalam wujud yang lebih kompak. Lihat saja tombol roda menu pemutaran di atasnya.

Tidak hanya tersedia opsi Auto, namun juga opsi pengesetan mandiri, yaitu A (Aperture Priority), S (Shutter Priority), Manual, dan P (Programmed). Ditambah empat modus scene yang berguna untuk memotret cepat.

Empat opsi pengesetan mandiri tadi membuat Anda leluasa menciptakan beragam eksperimen pemotretan. Bahkan, dengan fasilitas bracketing, untuk menentukan pencahayaan yang pas dari sejumlah jepretan, dan beberapa modus lampu flash, Anda memiliki ruang untuk bereksperimen lebih luas lagi.

Fasilitas yang mesti dilirik lagi adalah ketersediaan setelan light metering (Multi, Spot, dan Average), opsi White Balance yang komplet, lima setting untuk pemfokusan, setelan ketajaman jepretan kamera, lima setelan ISO, serta tiga pilihan warna foto.

Bayangkan, dalam sebuah kamera saku tersedia begitu banyak opsi pengesetan manual. Belum lagi pilihan kualitas foto. Dalam labelnya, memang tertera 9 Megapixel (MP). Namun Anda bisa memilih antara 3 MP, 5 MP, dan juga opsi RAW (mentah) dalam ekstensi RAF.

Format RAW membuat foto lebih leluasa saat diolah di PC. Maklum belum terkompresi. Misalnya, Jika warna yang ditangkap belum sesuai keinginan, Anda bisa mengaturnya lewat aplikasi olah digital. Namun, kartu memori bawaan 16 MB, tidak cukup untuk memuat hasil potret berformat ini. Anda harus membeli kartu memori tambahan berkapasitas lebih besar.

Lewatkan soal teknis. Kamera berlensa Fujinon 7,2 – 28,8 mm (ekuivalen dengan kamera analog berlensa 32-128 mm) dengan sensor Super CCD 1/1,6 inci dan zoom optikal 4 x, ini sungguh tajam. Warna yang dihasilkan pun bisa tampil lebih natural, dibanding kamera saku sejenis.

Begitu pun saat kami mengetesnya dengan memotret dalam modus makro. Koin yang dibidik dalam jarak sekitar 8 cm, bisa terekam dengan tajam. Hingga detil-detilnya. Nyamannya lagi, shutter lag (jeda pemotretan hingga hasil disimpan) cukup minim. Namun, semakin besar kualitas foto, semakin besar pula shutter lag.

Nyamannya pemotretan didukung dengan rangkaian tombol yang hampir semuanya ditaruh di sisi kanan. Hanya tombol continous shoot dan EV (Exposure Value) yang ada di sisi kiri layar.

Motret satu tangan pun jadi gampang. Apalagi ada grip, sehingga genggaman jadi kokoh. Layar display 2 incinya pun tajam dan jernih. Baterai AA yang bisa diisi ulang pun disertakan dalam bundel.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: