jump to navigation

Web Presiden: Kritik dan Prestasi February 22, 2006

Posted by ar10 in Others.
trackback

Aceh, Sepekan setelah peluncuran Web Presiden, diskusi dan kontroversi telah mereda di berbagai milis komunitas TI. Beberapa catatan penting dapat disarikan dan menjadi pelajaran penting bagi khalayak. Tulisan ini mencoba membangun intisari dari sudut pandang pribadi penulis.

Sebuah Upaya Literasi

Terwujudnya Web Presiden, bagi para penggagas di balik layar adalah salah satu titik pencapaian yang dirintis sejak pemerintahan baru terpilih di negeri ini. Diyakini peningkatan literasi TI Nasional dapat diakselerasi apabila penetrasi dapat menembus lingkaran elite politik yang berpengaruh terhadap kebijakan.

Presiden adalah simbol politis paling atraktif untuk menciptakan pengaruh ini. Karena itu, upaya mencuri perhatian RI-1 adalah agenda yang ekstensif dilakukan sejak jauh hari dalam berbagai kesempatan. Gayung bersambut, Presiden tergerak menunjukkan komitmen dan perhatiannya terhadap dunia TI Nasional. Serangkaian agenda di dalam dan di luar negeri telah dilakukan Presiden untuk mendukung dunia TI Nasional.

Para Presiden sebelumnya mendukung dunia TI Nasional melalui jalur legal formal (Keppres). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengekspresikan perhatian dengan cara berbeda, memilih stimulasi konkrit dengan membangun Web Site. Hanya Web Site, bukan Sistem Informasi Kepresidenan yang prestisius. Mengapa? Karena Web Site adalah ikon dunia TI yang relatif familier bagi publik yang awam dan lebih informatif serta memungkinkan terjadinya interaksi publik langsung.

Tidak tertutup kemungkinan Web Presiden menjadi cikal bakal Sistem Informasi Kepresidenan. Namun jelas itu agenda yang berbeda dan keluar dari konteks saat ini.

Solusi cepat saji, namun mampu menciptakan multiplier effect. Lugas, sederhana, murah dan tentu saja populer. Tak bisa dihindari agenda komunikasi publik berkaitan pencitraan Presiden adalah salah satu keuntungan politik yang hendak dicapai Kantor Juru Bicara Kepresidenan yang mengelola Web Site ini. Suatu kewajaran, karena Presiden selain sebagai pemimpin bangsa, adalah juga figur politik.

Sebuah proses menggembirakan telah tercapai. Outcome yang lebih luas diharapkan dapat berlanjut. Web Site ini menjadi titik balik, menteladani gairah ber-TI di tingkat makro. Kontroversi di kalangan industri disikapi secara positif sebagai indikator antusias yang kembali bertunas, setelah depresi berkepanjangan akibat minimnya perhatian elite politik terhadap dunia TI Nasional.

Anggaran Web Presiden

(Ilustrasi anggaran: Untuk pengadaan dan persiapan selama 3 bulan sebesar 84 juta rupiah termasuk kebutuhan sewa high end server, firewall dan pembangunan sistem CMS, back end dan desain. Anggaran operasional sebesar 28 juta rupiah untuk co-location service, 4 juta rupiah untuk teknisi jaringan dan 12 juta untuk tim redaksi. Web Presiden setiap harinya melayani ribuan hit, menghadapi ribuan serangan cyber dan aktifitas redaksional yang cukup tinggi.

Program Web Presiden adalah aktifitas Kantor Juru Bicara Kepresidenan sebagai pengelola resmi dan merupakan bagian dari program komunikasi publik Presiden melalui media Internet. Presiden juga memiliki program komunikasi publik lainnya memanfaatkan media konvensiona. Sesuai Peraturan Perundangan, Kantor Juru Bicara Kepresidenan mendapatkan anggaran yang bersumber dari APBN.)

Web site ini harus diakui adalah fenomena. Dalam hal anggaran, secara teknis tergolong ekonomis. Kajian para pakar yang terlibat terhadap desain dan rencana spesifikasi, kualitas dan tuntutan kinerja sistem, kapabilitas sumber daya dan konten yang ditampilkan, seharusnya menuntut nilai nominal jauh di atas angka saat ini.

Sejumlah kontraktor dan penyedia jasa menyatakan ketidaksanggupan dengan nilai anggaran minimalis ini. Maka bagi tim pengelola adalah prestasi karena dedikasi dan profesionalitas mereka tidak terpengaruh oleh kecilnya anggaran. Bila ukurannya prestise, maka Web Presiden ini adalah refleksi bagi situs Pemerintahan lainnya yang seringkali nilai anggarannya fantastis.

Pengelola Web Presiden optimis dan berkeyakinan bahwa efisiensi anggaran ini tidak akan menjadi distorsi bagi sektor industri pengembang aplikasi web. Web Presiden hanyalah sebuah ikon dibanding keragaman dan luasnya pasar. Namun Web Presiden dapat dijadikan rujukan evaluasi implementasi di masa lalu sekaligus pembanding bagi proyek sejenis utamanya di kalangan Pemerintahan, di kemudian hari.

Pemilihan Domain

Perdebatan pilihan domain menjadi wacana kritisi klimaks. Domain presidensby.info adalah pilihan Presiden sendiri. Pertimbangan berbagai segi terutama politis menjadi latar belakang keputusan itu. Adalah hak Presiden menentukan dengan penilaian yang tidak diungkapkan kepada publik. Tim menjamin keputusan Presiden ini telah melalui serangkaian proses pengkajian yang matang dan tidak sederhana.

Dalam proses, pilihan domain go.id menjadi pertimbangan serius. Namun kebijakan pengelola domain (Departemen Komunikasi dan Telematika) tidak sesuai dengan misi dan kepentingan tim. Presiden bersikap menghormati independensi lembaga tersebut sebagai wilayah publik dan tidak ingin menciptakan preseden buruk intervensi.

Interprestasi pengamat, sikap ini adalah pesan keprihatian Presiden pada konflik pengelolaan domain .id yang belum tuntas. Ada perhatian besar pada nilai strategis aset domain .id, sekaligus menegaskan posisi netral Pemerintah. Pengelolaan CCTLD selayaknya diselenggarakan independen oleh komunitas sendiri meskipun Presiden tidak menyampaikan secara implisit hal tersebut.

Nama mengekspresikan positioning Presiden dan ini sangat interpretatif. Secara legal formal tidak ada keharusan penggunaan domain go.id. Pemilihan .info memberi keuntungan kesan internasionalisasi branding yang melepaskan situs ini dari citra kekakuan birokrasi formal. Kritisi hendaknya tidak keluar dari konteks ini lepas dari kekurangan dan kelebihan yang merupakan kewajaran dalam setiap keputusan.

Pribadi atau Resmi?

Pertanyaan kemudian berlanjut pada konteks Web Presiden sebagai situs resmi Lembaga Kepresidenan ataukah Presiden sebagai pribadi? Jawaban akan terkait erat dengan kritik penggunaan dana APBN dan aturan protokoler Lembaga Tinggi Negara.

Anggaran telah dijelaskan sebelumnya, adalah alokasi program Kantor Juru Bicara Kepresidenan. Presiden adalah jabatan 24/7 lengkap dengan segala atribut protokoler dan berhak menggunakannya dalam penampilan di setiap media (termasuk Internet). Lepas dari kontroversi interprestasi penggunaan domain, Web Presiden secara resmi juga menampilkan profil Ibu Negara dan Istana Kepresidenan.

Penggunaan atribut menunjukkan Web Presiden adalah situs resmi Kepresidenan. Bila muncul interprestasi atau kesan pencitraan Presiden sebagai pribadi, adalah bagian keluwesan strategi komunikasi publik Presiden. Konten menjadi indikator sifat resmi situs ini. Materinya adalah aktifitas Kepresidenan dan Kenegaraan bukan pribadi.

Berkaitan situs resmi Sekretariat Wakil Presiden yang telah lama ada, pengelola Web Presiden tidak berwenang menangani. Keinginan integrasi harus melalui birokrasi dan proses panjang yang tidak sederhana. Solusi pragmatis adalah mencantumkan link sebagaimana situs lembaga negara lainnya. Etika protokoler memahami keputusan ini.

Keberlangsungan

Aturan resmi penyelenggaraan situs kepresidenan belum ada. Sehingga bergantung pada inisiatif Presiden dan timnya. Apabila peraturan yang memadai belum juga ada sedang Presiden saat ini habis masa tugasnya, ada dua pilihan yang bisa dilakukan:

Pertama, situs ini diserahterimakan pada Presiden yang baru. Sesuai kepentingannya, format Web Presiden dapat berubah demikian juga alokasi pengelolaannya, termasuk pilihan teknologi dan desainnya. Kedua, situs dialihkan menjadi media komunikasi publik pribadi mantan Presiden. Tentu format pengelolaan dan namanya berubah, tidak menampilkan atribut Kepresidenan dan tidak menggunakan anggaran APBN.

Idealisasi situs kepresidenan seringkali merujuk kepada whitehouse.gov yang mampu melakukan integrasi kelembagaan dan pengelolaan berkelanjutan dengan landasan peraturan yang jelas. Namun untuk mencapai itu, tentu membutuhkan proses yang tidak sederhana. Web Presiden diharapkan menjadi milestone idealisasi ini ke depan.

(Penulis adalah praktisi TI, saat ini bergabung di Yayasan AirPutih. Penulis dapat dihubungi melalui e-mail pataka[at]airputih.or.id.)

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: