jump to navigation

Menyibak Tirai Kabut Pagi May 5, 2006

Posted by ar10 in Others.
trackback

Just_InfoKita bisa menyimulasikan efek larikan cahaya dari foto yang biasa (asal bagus). Ayo kita coba. Kabut atau asap merupakan medium yang bagus untuk “menangkap” larik-larik berkas cahaya. Namun apa daya kalau kita termasuk orang yang malas bangun pagi, bergegas meraih kamera dan bersiap di lokasi yang ideal? Tenang, di Photoshop, larik cahaya bisa disimulasikan. Mari kita coba.


1. Buka foto Pohon.TIFF. Pada palet Layers, ubah layer Background menjadi layer normal dan ubah namanya, misalnya layer Pohon. Caranya, klik beruntun pada layer tersebut.


2. Selanjutnya, kita akan menyalin bagian langit. Lakukan dengan metode color range. Klik menu [Select] > [Color Range]. Pada kotak dialog Color Range, aktifkan pilihan Selection dan maksimalkan fuzziness. Klik pada bagian nada terang/highlight (warna putih), lalu klik [OK].


3. Haluskan bagian tepi seleksi agar tidak tajam seperti guntingan. Klik menu [Select] > [Feather]. Beri nilai kecil, misalnya 1 atau 2 piksel. Klik [OK].


4. Salin daerah yang telah terseleksi dengan klik menu [Edit] > [Copy].


5. Klik menu [Edit] > [Paste] sehingga layer baru yang berisi salinan daerah seleksi terbentuk. Ubah nama layer tersebut, misalnya layer Cahaya1.


6. Ubah warna salinan bagian langit menjadi kekuningan, seperti nuansa cahaya pagi. Klik menu [Image] > [Adjustment] > [Color Balance]. Pada kotak dialog Color Balance, klik pilihan [Tone Balance Shadow], lalu isikan nilai Color Levels: +100, +100, dan -100.


7. Pada pilihan [Tone Balance Midtone], isikan nilai Color Levels: +100, -100, dan -100.


8. Pada pilihan [Tone Balance Highlight], isikan nilai Color Levels: +100, +100, dan -100. Klik [OK].


9. Masih pada layer Cahaya1, kita bentuk larikan-larikan berkas cahaya dengan klik menu [Filter] > [Blur] > [Radial Blur]. Pada kotak dialog Radial Blur, pilih Method=Zoom, Quality=Best, Amount=77. Kalau perlu, sesuaikan titik pusat pancaran cahaya dengan klik-tahan pada kotak blur center dan geser sesuai kondisi pada foto. Klik [OK].


10. Efeknya sudah mulai kelihatan, sih.. Tapi kok lemah ya? Kalau begitu, coba salin layer Cahaya1 dengan klik ikon segitiga [Layer Option] pada bagian atas palet Layers, lalu pilih [Duplicate Layer].


11. Kita perkuat efek pancaran cahaya dengan menambahkan lens flare. Sebelumnya, tambahkan layer baru dengan klik ikon segitiga [Layer Options] > [New Layer]. Pada kotak dialog New Layer, beri nama layer, misalnya Lens Flare. Pilih blending mode layer jenis Pin Light. Aktifkan pula tanda cek pada pilihan [Fill with Neutral Color (50% gray)]. Klik [OK].


12. Terapkan efek lens flare dengan klik menu [Filter] > [Render] > [Lens Flare]. Pilih jenis lensa (Lens Type), tentukan nilai kecerahan efek, serta tentukan posisi efek lens flare. Klik [OK].


13. Simpan pekerjaan kita dengan klik menu [File] > [Save]. Beri nama file.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: